Berbagai Ciri-Ciri Masyarakat Madani Menurut Para Tokoh

Pengertian Masyarakat Madani. Berikut kami sharing pengetahuan sekitar masyarakat madani. Di mana, didalamnya juga akan dibicarakan mengenai pengertian masyarakat madani dan beragam tanda-tanda masyarakat madani menurut beberapa tokoh.

Masyarakat madani adalah system sosial yang subur berdasar pada prinsip-prinsip moral yang menanggung kesimbangan pada kebebasan individu dengan stabilitas masyarakat, gagasan dari individu serta masyarakat juga akan berbentuk pemikiran, seni, proses pemerintah yang berdasar pada undang-undang serta bukanlah nafsu atau hasrat individu.

Perwujudan masyarakat madani diikuti dengan karakter masyarakat madani, salah satunya lokasi umum yang bebas, demokrasi, toleransi, kemajemukan serta keadilan sosial.

Pengertian/Arti Masyarakat Madani (Civic Society)

Civic society ditranslate kedalam bahasa Indonesia dengan sebutan masyarakat sipil atau masyarakat madani. Kata madani datang dari kata Madinah, yakni satu kota tempat hijrah Nabi Muhammad SAW. Madinah datang dari kata “madaniyah” yang bermakna peradaban. Oleh karenanya masyarakat madani bermakna masyarakat yang beradap.

Masyarakat madani yaitu satu tatanan masyarakat sipil (civil society) yang mandiri serta demokratis, masyarakat madani lahir dari sistem penyemaian demokrasi, hubungan keduanya seperti ikan dengan air, bab ini mengulas mengenai masyarakat madani yang biasanya di kenal dengna arti masyarakat sipil (civil society), pengertiannya, ciri-cirinya, sejaraha pemikiran, ciri-khas serta wacana masyarakat sipil di Barat serta di Indonesia dan unsur-unsur di dalamnya.

Berikut ini merupakan sebagian pengertian masyarakat madani dari beberapa tokoh :

Menurut Kamus Besar Bhs Indonesia, masyarakat madani yaitu masyarakat yang menjunjung tinggi etika, nilai-nilai, serta hukum yang didukung oleh penguasaan tehnologi yang beradab, iman serta pengetahuan.

Menurut Syamsudin Haris, masyarakat madani yaitu satu lingkup hubungan sosial yang ada diluar pengaaruh negara serta jenis yang tersusun dari lingkungan masyarakat paling akrab seperti keluarga, asosiasi suka-rela, pergerakan kemasyarakatan serta beragam bentuk lingkungan komunikasi antar warga masyarakat.

Menurut Nurcholis Madjid, masyarakat madani yaitu masyarakat yang mengacu pada masyarakat Islam yang sempat dibuat Nabi Muhammad SAW di Madinah, jadi masyarakat kota atau masyarakat berperadaban dengan ciri diantaranya : egaliteran (kesederajatan), menghormati prestasi, keterbukaan, toleransi serta musyawarah.

Menurut Ernest Gellner, Civil Society (CS) atau Masyarakat Madani (MM) mengacu pada mayarakat yang terdiri atas beragam institusi non pemerintah yang otonom serta cukup kuat agar bisa menyeimbangi Negara.

Menurut Cohen serta Arato, CS atau MM yaitu satu lokasi hubungan sosial di antara lokasi ekonomi, politik serta Negara yang didalamnya meliputi semuanya beberapa golongan sosial yang bekerja bersama membuat ikatan-ikatan sosial di luar instansi resmi, menggalang solidaritas kemanusiaan, serta menguber kebaikan dengan (public good).

Menurut Muhammad AS Hikam, CS atau MM yaitu bebrapa lokasi kehidupan sosial yang terorganisasi serta bercirikan diantaranya kesukarelaan (voluntary), keswasembadaan (self-generating), keswadayaan (self-supporing), serta kemandirian yang tinggi bertemu dengan negara, serta keterikatan dengan beberapa etika serta nilai-nilai hukum yang dibarengi oleh warganya.

Menurut M. Ryaas Rasyid, CS atau MM yaitu satu ide masyarakat yang mandiri yang dikonsepsikan menjadi jaringan-jaringan yang produktif dari beberapa grup sosial yang mandiri, perkumpulan-perkumpulan, dan bebrapa instansi yang sama-sama bertemu dengan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 64 = 69